Showing posts with label Indonesian Animal. Show all posts
Showing posts with label Indonesian Animal. Show all posts

Monday, November 18, 2013

Sepertiga Species Katak Indonesia Tidak Ada di Dunia

Limnonectes Blythi
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya dibandingkan negara-negara lainnya. Misalnya dilihat dari species katak yang ada di Indonesia. Di mana sepertiga jenis katak di Indonesia tidak ada di dunia.
Herpetolog dari ITB Djoko Tjahyono Iskandar mengatakan di Indonesia terdapat 250 species katak, sepertiga dari jumlah tersebut hanya ada di Indonesia. Djoko mencontohkan beberapa species katak yang ada di Indonesia. Misalnya jenis Limnonectes Blythi yang merupakan katak terbesar di Indonesia dan terbesar kedua di dunia. Katak ini berasal dari Sumatera dengan ukuran 30 centimeter. Termasuk juga dua dari tiga species katak terkecil di dunia ada di Indoesia.
Species katak lainnya adalah katak merah atau Leptophryne Cruentata yang ada di Gunung Gede Pangrango. Selain itu, satu-satunya katak yang tidak berparu-paru, Barbourula Kalimantanensis, ditemukan tahun 1978 di Kalimantan. Katak ini secara resmi tidak dilindungi oleh pemerintah tapi disimpan di cagar alam di Kalimantan. Dalam diskusi Forum Konservasi Satwaliar Indonesia (Foksi) di Kebun Binatang Bandung, Jumat (27/02/2009) Djoko yang sudah meneliti katak selama 30 tahun ini mengatakan dalam setiap ekspedisi yang dilakukannya selalu ditemukan data species katak baru. Setiap daerah memiliki jenis species yang berbeda-beda dengan jumlah yang juga berbeda.
Di Indonesia, Sumatera memiliki jumlah species katak terbanyak yaitu 100 lebih species. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih besar dibandingkan species katak di Eropa yang hanya memiliki 50 species katak. Katak sendiri memiliki habitat yang berbeda tak hanya di tempat lembab tapi juga tempat kering misalnya katak pohon. Untuk katak Indonesia didominasi dengan warna coklat dan coklat tua. Ketika disinggung apakah Indonesia memiliki jumlah katak terbesar di dunia, Djoko mengatakan belum ada penelitian tentang itu.

Sumber: detik.com

Monday, August 26, 2013

Hiu Bambu yang bisa Berjalan di Dasar Laut Halmahera, Indonesia.

 Hiu Bambu yang Berjalan di Dasar Laut 
Spesies baru ikan hiu ditemukan di perairan Indonesia timur. Hiu bernama ilmiah Hemiscyllium halmahera ini terbilang unik karena dapat "berjalan" di dasar laut dan terumbu karang.Dalam bahasa lokal, H. halmahera disebut juga hiu bambu. Tubuhnya berwarna cokelat dengan totol-totol kehitaman. Spesies ini bisa tumbuh sampai sepanjang 80 sentimeter.
Seperti halnya dikutip dari laman CI dan Mirror, Allen dan timnya menemukan dua spesimen ikan pemalu ini di perairan di kepulauan Halmahera di Maluku Utara. Perilaku ikan bertubuh ramping ini terbilang unik. Alih-alih berenang, hiu bambu lebih memilih "berjalan" sepanjang terumbu karang atau dasar laut dengan menggeliatkan tubuhnya dan mendorongnya dengan sirip dada dan panggul. Mirip hewan melata di darat.

Keindahan Taman Nasional Wasur, Merauke, Indonesia.

Burung Cendrawasih Kuning Besar di Taman Nasional Wasur
Taman Nasional Wasur merupakan perwakilan dari lahan basah yang paling luas di Papua/Irian Jaya yang masih alami dan sedikit mengalami gangguan oleh aktivitas manusia. Sekitar 70 persen dari luas kawasan taman nasional berupa vegetasi savana, sedang lainnya berupa vegetasi hutan rawa, hutan musim, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan rawa sagu yang cukup luas. Jenis tumbuhan yang mendominasi hutan di kawasan taman nasional ini antara lain api-api (Avicennia sp.), tancang (Bruguiera sp.), ketapang (Terminalia sp.), dan kayu putih (Melaleuca sp.).
Jenis satwa yang umum dijumpai antara lain kanguru pohon (Dendrolagus spadix), kesturi raja (Psittrichus fulgidus), kasuari gelambir (Casuarius casuarius sclateri), dara mahkota/mambruk (Goura cristata), cendrawasih kuning besar (Paradisea apoda novaeguineae), cendrawasih raja (Cicinnurus regius rex), cendrawasih merah (Paradisea rubra), buaya air tawar (Crocodylus novaeguineae), dan buaya air asin (C. porosus).