Showing posts with label Indonesian Music. Show all posts
Showing posts with label Indonesian Music. Show all posts

Sunday, January 12, 2014

Gamelan Warnai "The Hobbit: The Desolation of Smaug"

Instrumen musik gamelan
Music Director Padhang Moncar, kelompok musik gamelan yang ada di Wellington, Selandia Baru, Budi Surasa Putra (44), mengaku tak pernah mengira bahwa bunyi-bunyian gamelan yang dimainkan oleh grupnya itu kemudian menjadi bagian dari ilustrasi film kedua The Hobbit, The Hobbit: the Desolation of Smaug, yang disutradarai oleh Peter Jackson.

Monday, November 18, 2013

Gitar Merk "Stephallen" Produksi Sidoarjo Salah Satu Kolektornya adalah Brian "Queen" May

Gitar Stephallen Produksi Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia
Stephallen adalah salah satu brand gitar Indonesia yang bisa dikatakan lebih dulu muncul di antara brand gitar made in Indonesia yang kini kita kenal. Stephallen yang bermula dari custom shop (dan tetap mempertahankan konsep custom shop-nya itu), terkesan kurang jor-joran dalam berpromo dan merambah pasar. Namun sekarang, sepertinya Stephallen kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu gitar Indonesia yang patut diperhitungkan. Sebelum memasuki era produk massal, Stephallen sebenarnya sudah lebih dulu terkenal sebagai custom shop, atau membuat gitar berdasarkan desain custom sang pemesan. Kualitas Stephallen sudah diakui oleh setidaknya beberapa gitaris profesional dan musisi papan atas Indonesia. Diantaranya adalah Balawan, Tohpati, dan Dewa Budjana adalah yang menggunakan gitar keluaran custom shop-nya Stephallen ini.
Dalam ranah produk massal, Stephallen juga sudah menyediakan paling tidak tiga pilihan model. Yakni RoadStar, Neo Classical, dan Mainstream yang kini sedang kita bahas. Stephallen Mainstream bisa dikatakan model yang orisinal dirancang dan dibuat oleh Stephallen sendiri. Ada banyak unsur yang sangat khas pada gitar ini. Mulai dari bentuk body yang cenderung lebih kecil dari kebanyakan model gitar yang beredar di pasaran. Model body Mainstream ini juga hampir tidak mengacu pada salah satu bentuk desain gitar populer lainnya. Bentuk headstock yang khas Stephallen, hingga rentang skala (jarak antara bridge hingga nut) yang mengadaptasi scale 25 inci. Berbeda dengan model Fender atau Ibanez RG yang menggunakan scale 25,5 inci, atau model Les Paul yang menerapkan scale 24,75 inci. Sehingga sepintas lalu kita menangkap kesan bahwa Mainstream adalah sebuah gitar yang cenderung mungil untuk urusan ukuran keseluruhan. Material yang dipilihkan Stephallen untuk Mainstream adalah Mahogany untuk body, Maple untuk neck dengan Rosewood sebagai fretboard-nya, dengan 22 fret medium. Menggunakan sepasang pickup humbucker Stephallen custom, dengan master volume dan master tone (coil tap), serta sebuah selector 3-way model geser.
Model Internasional Gitar Stephallen
Berawal dari sebuah hobi, hingga kini akhirnya bisa mengharumkan negeri. Kecintaan Julius Salaka (pendiri stephallen guitars) terhadap musik membuatnya mulai mencoba membuat gitar untuk dirinya sendiri. Di sela-sela waktunya yang padat sebagai karyawan sebuah perusahaan kontraktor, gitar hasil buatannya ternyata tak bisa dipandang enteng. Terbukti pada saat itu banyak teman-teman Julius yang minta dibuatkan gitar atau sekedar minta dimodifikasi.
Hobinya itu bagaikan oase di padang tandus, ketika krisis melanda negeri ini pada tahun 1997. Praktis potensi yang dimilik Julius ini menjadi sebuah alternatif. Julius pun melihat potensi pasar yang menjanjikan, hingga akhirnya pria lulusan Teknik Sipil Politeknik Universitas Brawijaya, Malang ini memutuskan untuk menekuni bisnis ini secara serius. Pada tahun 2000 Julius meluncurkan merk Stephallen Guitars, yang diambil dari nama anaknya sendiri.
Julius tidak pernah mengecap pendidikan khusus dalam membuat gitar. Semua dilakukannya secara trial and error dalam waktu yang cukup lama, sehingga akhirnya menemukan formula yang pas. Kelebihan gitar buatan Julius terletak pada kenyamanannya. Stephallen Guitars dibuat sesuai dengan bentuk dan selera konsumennya. Hal ini berbeda dengan gitar-gitar yang diproduksi massal yang sudah punya standar sendiri. Produk Stephallen Guitars terasa lebih customized di tangan pemakainya

Sunday, November 17, 2013

Rick Hanes, Gitar Made in Sidoarjo menjadi Guitar of the Year 2012

Rick Hanes Chris Bickley DR Pro
Siapa sangka, Guitar of the Year 2012 versi Guitar Planet UK jatuh kepada gitar-gitar buatan anak bangsa di Sidoarjo, Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung, gitar buatan Rick Hanes menyapu tempat 1,2, dan 3 Guitar of The Year versi Guitar Planet tersebut.
Masing-masing gitar yang menempati peringkat 1, 2, dan 3 buatan Rick Hanes bernama Rick Hanes Chris Bickley DR Pro, Rick Hanes Avenix, Rick Hanes DR Medium. Rick Hanes Chris Bickley DR Pro berhasil menjadi Guitar of the Year berkat vote sejumlah 2.128 votes atau 99% rating, WOW! Vote dihimpun dari beberapa social network juga dari situs Guitar Planet tersebut.

Wednesday, September 18, 2013

Tampil di Kanada, Saint Loco Akan Kibarkan Merah Putih

Personil Saint Loco Band
Band yang mengusung aliran nu metal Saint Loco mewakili Indonesia di ajang Envol et Macadam Festival yang berlangsung di Quebec, Kanada. Mereka akan tampil dua kali, 6 dan 7 September 2013. Rasa senang yang tak bisa diungkapkan kata-kata, hingga band yang banyak terinspirasi dari band punk NOFX ini akan mengibarkan bendera Merah Putih di panggung. "Salah satunya kita akan mengibarkan bendera Merah Putih di atas panggung," kata Iwan sang gitaris saat jumpa pers di B&B cafe, Jakarta, Kamis (29/8/2013).
Band yang dianggotai Joe Tirta-Saint Joe Loco (vokalis), Beery Manoch-Bee (vokalis), Iwan Hoediarto-Loco Boy (gitar), Gilbert Sannang-Gilz (bas), dan Nyong Webzter-Webzter (drum) itu selalu menampilkan stage act yang memukau kala menguasai panggung.  Dengan perpaduan rap milik Berry dan scream vokal khas Joe, perform mereka sering membuat penonton berdecak kagum. Selain mengibarkan bendera merah putih, band yang pernah dikaitkan dengan Linkin Park ini juga ingin pakai blankon demi memperkenalkan budaya Indonesia. "Ini ide yg bagus, abis dari sini saya mau belanja blangkon ke Pasaraya buat beli blankon," kata Berry.
Festival musik alternatif yang digelar dari tanggal 5-7 September ini disponsori Planetrox bertujuan untuk mencari band-band terbaik di dunia dan mengekspos mereka secara internasional. Tahun 2013 hadir 10 negara tamu, dan musisi dari 15 kota internasional. Beberapa band punk besar seperti NOFX, Randy, dan The Flatliners.

Sumber: okezone.com