Showing posts with label Indonesian Movie. Show all posts
Showing posts with label Indonesian Movie. Show all posts

Wednesday, January 8, 2014

Animasi 'Battle of Surabaya' Raih Penghargaan International Movie Trailer Festival (IMTF) 2013

Battle of Surabaya (BOS)
Film animasi "Battle of Surabaya (BOS)" berhasil meraih penghargaan Internasional. Film garapan studio animasi milik STMIK Amikom, MSV Pictures tersebut, meraih penghargaan di ajang International Movie Trailer Festival (IMTF) 2013 untuk kategori People's Choice Award. Trailer film tersebut berhasil menyisihkan ratusan trailer film dari 20 negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Prancis, dan Australia. Festival IMTF diikuti 246 trailer film dari berbagai negara.

Tuesday, December 24, 2013

Film Indonesia Raih Gold Reel Award di Las Vegas

Poster film let's play
Prestasi film Indonsia boleh mencapat acungan jempol. Film Lets Play, Ghost! kembali dianugerahi penghargaan internasional pada bulan ini. Anugerah yang diterima adalah Gold Reel Award 2013 dalam kategori film cerita panjang dari Nevada International Film Festival yang berpusat di Las Vegas, Amerika Serikat.

Monday, December 23, 2013

Sang Kyai Wakili Indonesia di Ajang Oscar

Tokoh Nahdathul Ulama Solahuddin Wahid (kiri) bersama pendukung film Sang Kyai, Ikranegara (kedua kiri), Christine Hakim dan Agus Kuncoro menghadiri penayangan film Sang Kyai di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta
Sang Kyai mendapat kehormatan mewakili Indonesia di ajang bergengsi insane perfilman dunia, Oscar.  Film garapan Rako Prijanto itu akan bersaing dengan film dari 76 negara dalam ajang tersebut. "Jadi (masing-masing negara) dari 76 negara (itu) hanya boleh kirim satu film, Sang Kyai ini terpilih dari Indonesia," kata Agus Kuncoro, pemeran Wahid Hasyim dalam film tersebut, di Kantor Rapi Film, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2013.

Saturday, December 14, 2013

'The Raid 2' dan 'Killers' Tayang Perdana di Sundance Film Festival 2014

Sundance Film Festival 2014
Seperti kata sutradara Gareth Evans, Oka Antara mengawali tahun 2014 dengan langkah besar. Dua film yang dibintanginya, 'The Raid 2: Berandal' dan 'Killers' akan tayang perdana di Sundance Film Festival. Salah satu festival film internasional yang populer itu, akan digelar di Park City, Salt Lake City, Ogden dan Sundance, Utah pada 16 hingga 26 Januari mendatang.
Dilansir situs resmi Sundance FIlm Festival 2014, Selasa (10/12/2013), 'The Raid 2: Berandal' menerapkan strategi promosi yang sama dengan tahun lalu, dengan terlebih dahulu menginjak kancah internasional sebelum tayang di negeri sendiri. Cara itu memang terbilang efektif membuat nama Iko Uwais cs menggema ke seantero dunia.
'Berandal' yang memiliki lingkup cerita lebih besar dengan deretan cast yang lebih beragam itu, akan tayang di program non kompetisi seksi premiere. Dalam seksi tersebut juga akan ditayangkan film-film yang dibintangi Michael Fassbender, Keira Knightley, Amy Poehler serta Ryan Reynolds. Sementara film 'Killers' yang digarap duo sutradara The Mo Brothers dan produser asal Negeri Sakura, Ushuyama Takuji itu akan tayang di sesi Midnight.
'Killers' dibuat oleh rumah produksi Jepang Nikkatsu dan Guerilla Merah Film dari Indonesia. Beberapa nama besar seperti Merantau Films (The Raid), Damn Inc (yang dimotori oleh Daniel Mananta dkk) serta Million Pictures (Negeri 5 Menara, dll) ikut terlibat dalam film ini.

Sumber: detik.com

Wednesday, October 2, 2013

Film 308 Sutradara Jose Purnomo, Film Asia yang Masuk Nominasi Screamfest Horror Film Festival, Los Angeles

Film Horor '308'
Film horor '308' berhasil masuk ke dalam kompetisi internasional Screamfest Horror Film Festival yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat. Film yang dibintangi oleh Denny Sumargo dan Shandy Aulia itu menyingkirkan lebih dari 50 ribu film lainnya. "Ini sangat positif banget. Banyak yang mengakui, bukan hanya dalam negeri, tapi juga di luar negeri," kata Ki Kusumo yang juga ikut terlibat dalam produksi film tersebut.
Dalam festival tersebut, 308 akan bersaing dengan film-film asing seperti 'Beneath' , 'The Haunted', dan 'Schism'dari Amerika Serikat. Festival ini rencananya akan dilaksanakan pada 8 hingga 17 Oktober 2013 di Beverly Hills. Screamfest Horror Film Festival merupakan festival film horor terbesar dan terlama, dan pernah menjadi media untuk film-film seperti Paranormal 'Activity', 'Alone', dan 'Shutter'.
Film '308' yang disutradarai Jose Purnomo itu juga menjadi satu-satunya film dari Asia yang masuk nominasi festival tersebut. Dijadwalkan, film produksi Soraya Intercine Films itu akan di putar di bioskop Amerika pada 12 Oktober mendatang, dengan harga tiket USD 11 U$ atau Rp 126.214.
Artis Film "308"
Film "308" adalah film Asia satu-satunya yang masuk nominasi Screamfest Horror Film Festival, menyisihkan 50.000 film yang ikut kompetisi tahun ini. Dijadwalkan, film yang juga dibintangi Shandy Aulia dan Denny Sumargo ini akan diputar di bioskop Amerika pada 12 Oktober mendatang. Screamfest adalah festival film horor terbesar dan terlama di dunia. Untuk tahun ini, Screamfest digelar dari tanggal 8 hingga 17 Oktober di Beverly Hills dan untuk screening filmnya dilakukan di North Hollywood, Amerika Serikat. Dari 50.000 film yang ikut berkompetisi tahun ini, hanya 14 film yang terpilih menjadi nominasi dan "308" menjadi salah satunya.

Sumber: detik.com

Saturday, September 14, 2013

Denok & Gareng Berkompetisi di Yamagata International Documentary Film Festival 2013

Denok dan Gareng
Setelah lolos dalam program bergengsi Competition for First Appearance di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) tahun 2012 lalu, film dokumenter Denok & Gareng (2012) yang disutradarai oleh Dwi Sujanti Nugraheni, dipastikan akan berkompetisi dalam program New Asian Currents di Yamagata International Documentary Film Festival (YIDFF), 10-17 Oktober 2013 mendatang di Jepang.
Denok & Gareng akan bersaing dengan 18 film Asia lainnya dengan juri yang terdiri dari Philip Cheah dan Takashi Toshiko. Film ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari pasangan suami-istri yang beternak babi di sebuah wilayah di Yogyakarta. Demi mencukupi nafkah keluarga dan menambal hutang yang ditinggalkan bapaknya, pasangan ini juga harus bekerja di beberapa tempat lain. Relasi cinta serta dinamika kehidupan sederhana dalam keluarga mereka terbangun sepanjang durasi film.
Film ini tidak menggunakan metode wawancara di sepanjang durasinya. “Saya menggunakan teknik observasional, karena saya tidak ingin ‘mengganggu’ subjek saya. Semua berjalan secara natural serta tidak ada hal yang ‘dibuat-buat’ oleh mereka. Saya tidak perlu lagi bertanya dan memaksanya untuk memberikan jawaban yang mungkin mereka tak ingin menjawabnya,” jelas Heni, panggilan akrab sutradara Denok & Gareng.
Heni mengaku sangat memilih ketika memasukkan filmnya dalam sebuah festival. IDFA dan YIDFF ini merupakan dua festival yang memang menjadi targetnya. “Saya memilih festival-festival ini karena memang tempat yang tepat untuk film saya, baik secara ideologi, isu yang dibawa, maupun manajemen festivalnya. Selain itu, saya juga memiliki target-target tertentu. Misalnya untuk world premiere film ini, harus di festival film yang filmmarket-nya bagus. Itu makanya IDFA 2012 menjadi pilihan yang paling tepat,” tutur Heni, tegas.
YIDFF sendiri merupakan salah satu festival dokumenter terpenting di dunia dan diselenggarakan setiap dua tahun. New Asian Currents merupakan salah satu program kompetisi di YIDFF bagi sutradara yang baru pertama kali memasuki arena festival ini. Program ini mulai diadakan pada penyelenggaraan YIDFF tahun 1995.
Pada tahun-tahun sebelumnya, tercatat beberapa film dari Indonesia yang berada dalam sesi kompetisi ini. Sebutlah di antaranya Merry-Go-Round (1993) yang disutradarai Muhammad Rivai Riza atau yang lebih dikenal sebagai Riri Riza, masuk tatkala Program New Asian Currents ini pertama dibuka. Pada YIDFF berikutnya tahun 1997, The Little Gayo Singer (1995) sutradara Nan Triveni Achnas berhasil lolos berkompetisi.
Film-film Indonesia bukannya tak pernah berprestasi di YIDFF. Setidaknya ada dua film yang pernah mendapatkan penghargaan pada sesi New Asian Currents ini. Pada YIDFF 2007, The Drown Sea (2006) karya Yuslam Fikri Anshari (Yufik) mendapatkan Award of Excellence. Lalu pada 2011, Prison and Paradise (2010) sutradara Daniel Rudi Haryanto membawa pulang Directors Guild of Japan Award.
Masuknya Denok & Gareng dalam kompetisi di YIDFF tahun ini menjadi sumbangan berharga untuk perfilman dokumenter tanah air. Daniel Rudi Haryanto, yang merasakan atmosfer kompetisi di YIDFF tahun 2011, menyampaikan apresiasinya kepada sutradara dan seluruh tim Denok & Gareng: “Keren! Sebuah gerak maju dan sumbangan penting untuk Indonesia. Aku melu bangga lan bungah!” * Iman Ramadhan / Komunitasfilm.org / Editor: Bayu Bergas

Berikut daftar film Indonesia yang masuk dalam Yamagata International Documentary Film Festival dari tahun ke tahun.
Tahun Sesi/Program Film Indonesia
1991 Asia Program Paraing Marapu (Dudit Widodo, 1990)
1993 Asia Program • Genesis Genesis (Gotot Prakosa, 1981)
• Jalur (Gotot Prakosa, 1977)
• Meta Ekologi (Gotot Prakosa, 1979)
• Meta-Meta (Gotot Prakosa, 1977)
• On Family Planning (Gotot Prakosa, 1979)
1995 New Asian Currents Merry-Go-Round (Muhammad Rivai Riza, 1993)
1997 New Asian Currents The Little Gayo Singer (Nan Triveni Achnas, 1995)
1999 New Asian Currents Jakarta Stock Shots: No. 7 (Ron Puyundatu, 1999)
2001 Tidak ada Tidak ada
2003 Tidak ada Tidak ada
2005 Tidak ada Tidak ada
2007 New Asian Currents • The Drown Sea (Yuslam Fikri Anshari, 2006) | “Meraih Award of Excellence”
• Playing between Elephants (Aryo Danusiri, 2007)
2009 New Asian Currents Crescent Moon Over the Sea (Yuli Andari, 2007)
2009 Program Khusus:
Islands / I Lands – Cinema in Exile
• Meta Ekologi (Gotot Prakosa, 1979)
• Promised Paradise (Leonard Retel Helmrich, 2006)
• The Sorceress of Dirah (Sardono W. Kusumo, 1992)
2011 New Asian Currents Prison and Paradise (Daniel Rudi Haryanto, 2010)
Meraih “Directors Guild of Japan Award”
2013 New Asian Currents Denok & Gareng (Dwi Sujanti Nugraheni, 2012)
2013 International Competition The Act of Killing aka Jagal (Joshua Oppenheimer, 2012)
 
Sumber: komunitasfilm.org